TOTOMO-Apabila kita mempunyai binatang peliharaan, seperti kucing atau anjing, kita mungkin menjadi begitu dekat dengan hewan itu sehingga lambat laun kita hampir mengira hewan itu sebagai “manusia” yakni ketika kita mulai mengira ia dapat mengungkapkan bagaimana perasaannya dalam bentuk emosi-emosi manusia, seperti menangis, atau bahkan tertawa.
Pada hakikatnya, tertawa adalah gejala yang manusiawi. Beberapa hewan dapat memberi kesan bahwa mereka sedang tertawa, tetapi hal itu sama sekali tidak seperti tawa manusia. Alasannya adalah bahwa manusia selalu menertawakan sesuatu, dan ini berarti bahwa proses mental atau emosi tertentu terlibat. Hewan-hewan tidak mampu melakukan proses mental atau tidak memiliki emosi.
Namun, beberapa foto ini mengindikasikan lain. Bahwa hidup pun bisa saja lucu bagi hewan. Telaah ilmiah memperkirakan bahwa kelompok binatang seperti anjing, kucing, kera dan bahkan tikus pun dapat mengekspresikan tawa.
Menurut para ilmuwan, jaringan syaraf yang berkaitan dengan tawa dalam bagian otak yang paling purba dan bentuk-bentuk tawa dan canda sudah ada pada binatang ribuan tahun sebelum manusia memunculkan ekspresi tawa dan komunikasi verbalnya.
Meskipun penelitian ilmiah belum dapat membuktikan apakah binatang memiliki selera humor, namun eksperimen ini memang memberikan indikasi bahwa binatang memang dapat tertawa dan mengekspresikan rasa senangnya. Dalam sebuah artikel, berharap bahwa mudah-mudahan hewan memang tidak memiliki rasa humor, apalagi humor yang mengarah ke slapstik, karena bisa jadi kita manusia dikerjai habis-habisan oleh hewan-hewan ini tentu agar mereka bisa tertawa.
No comments:
Post a Comment